82 Kunci Atasi Problem Bangsa

Views 30

Pernahkah pembaca menghitung jumlah permasalahan yang membelenggu bangsa ini? Buku ini mencoba menghitung dan memerinci persoalan yang dihadapi anak bangsa. Tercatat 82 masalah kontemporer. Unsur kontemporer menjadi relevan lantaran ternyata banyak sekali turunan dari persoalan utama/klasik seiring pesatnya perkembangan teknologi-informasi.

Semisal permasalahan kebangsaan nomor 36, para penulis buku menyorot kondisi media massa mutakhir. Pembaca mafhum bahwa sebelum kehadiran media sosial yang digunakan masif, rujukan pemerolehan informasi hanya pada media massa, cetak maupun elektronik. Media mainstream menjadi garansi sajian informasi yang mengedepankan keakuratan dan perimbangan. Namun kini, masyarakat lebih asyik menggemari “pemberitaan” ala kadar menjurus abal-abal dari media sosial; di mana saban orang bisa menjadi juru warta.

Buku ini tidak monolog membincang persoalan. Namun, mewedar ikhtiar solusi/jawaban/kunci. Permasalahan mutakhir macam di atas, misalnya, mengindikasikan perlunya penyelesaian komprehensif. Selain edukasi terhadap literasi digital agar bijak bermedia sosial, pun perlunya kembali peningkatan kualitas profesi kewartawanan. Buku ini masih percaya bahwa dengan kualitas wartawan yang mumpuni, berdampak pada produksi informasi yang fair dan kembalinya kepercayaan publik.

82 persoalan kebangsaan yang paparkan, dipetakan dalam bagan besar. Mulai agama, sosial, ekonomi, hingga relasi luar negeri. Aneka masalah yang diudar sebagiannya memang masih problem laten macam korupsi. Lantas apa tawaran buku ini? Memiskinkan koruptor merupakan jawaban. Hal ini berangkat dari kenyataan bahwa koruptor kakap terbilang masih untung besar. Vonis penjara yang hari-hari ini kian ringan menambah dalil bahwa kejahatan korupsi sesungguhnya tidak pernah mendapat balasan setimpal. Barulah ketika koruptor tersebut dimiskinkan dengan menyita asetnya, kiranya menjadi babak baru tindak banal korupsi diprediksi berkurang drastis.

Buku ini menukik dan menyajikan soal-soal kemasyarakatan aktual. Hal itu bisa dibaca ketika hari-hari ini masyarakat dibuat tercekik pinjaman online dan rentenir. Para penulis buku yang berjumlah lima akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ini, tidaklah urun pendapat serba hitam-putih. Namun, dimulai dengan mendeskripsikan masalah. Setelah itu, barulah mencari solusi yang boleh dikata sebisa mungkin menyajikan kebaruan.  

Buku ini terbilang lengkap memotret aneka permasalahan yang mendera bangsa, cakupan makro hingga mikro. 82 persoalan teranggap banyak dan boleh jadi membikin frustasi terhadap masa depan bangsa sebesar Indonesia. Namun, di balik aneka soalan kebangsaan tersebut, asa tetap harus dinyalakan. Bila diartikan sebaliknya, buku ini nyatanya juga sanggup menawarkan solusi atas 82 persoalan.

Tiap anak bangsa kudu mengerti pemetaan masalah yang sedang dihadapi. Bangsa besar dengan berpunya problem besar sesungguhnya juga punya modal besar untuk keluar krisis. Kebinekaan, sumber daya alam, jiwa kepedulian/gotong-royong adalah secuplik modal besar tersebut. Buku ini patut dijadikan referensi para calon pejabat/pemimpin yang nantinya dituntut cergas mengambil keputusan.

Data buku:

Judul: Dinamika Kebangsaan Indonesia: 82 Masalah Kontemporer

Penulis: Maman Fathurrohman, Ph.D, dkk

Penerbit: Rosda, Bandung

Cetakan: Pertama, 2021

Tebal: 250 halaman

ISBN: 978-602-446-564-3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.